• Tidak ada yang menjadi miskin karena memberi!

krisis_listrik_gaza
Krisis Listrik di Gaza,Bencana Kemanusiaan Yang berlanjut

ACTNewsGAZA – Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UN OCHA) sempat memperingatkan, bencana kemanusiaan mengancam Gaza dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (6/2), setelah dampak krisis listrik kian meluas di Jalur Gaza. Namun demikian, bagi para pasien, dokter, dan staf medis di puluhan fasilitas kesehatan (rumah sakit dan klinik) di Gaza, “bencana kemanusiaan” itu benar-benar sedang terjadi.

Sejumlah dokter mengutarakan kekhawatiran mereka akan kondisi yang terus memburuk di rumah sakit tempat mereka bekerja. Kekhawatiran tersebut terekam dalam sebuah video yang dikirimkan oleh mitra Aksi Cepat Tanggap, Rabu (7/2).

Hingga pertengahan Februari ini, pasokan listrik yang mengaliri puluhan pusat layanan kesehatan di Gaza kian menurun. Hal ini menyulitkan tim dokter di rumah sakit besar untuk melakukan kegiatan medis vital seperti operasi terhadap pasien.

“Sebagian besar pasien tidak bisa kami operasi karena minimnya suplai listrik untuk menghidupkan alat-alat operasi. Karena penanganan yang lambat ini, kami kehilangan banyak jiwa. Gaza benar-benar sekarat,” ungkap salah satu dokter.

Salah satu dampak ini amat dirasakan pasien yang mengalami gagal ginjal. Organisasi Hak Asasi Manusia di Palestina, Al-Haq, menyebutkan, krisis listrik yang terus memburuk mengancam 400 pasien gagal ginjal di Jalur Gaza.

“Sejumlah rumah sakit di Gaza saat ini tidak mampu menjalankan 200 operasi per harinya. Hal ini karena rusaknya kualitas darah yang disimpan dalam ruangan penyimpanan darah hasil donor. Ini akibat minimnya pasokan listrik di Gaza,” terang Al-Haq dalam rilisnya, Senin (5/2).

Sementara itu, di RS Anak al-Nasr, nasib puluhan pasien anak di unit perawatan intensif rumah sakit tersebut juga kian krisis. Kepala Unit Perawatan Intensif dr. Raed Mahdi mengatakan, jumlah pasien anak di sana terus meningkat seiring banyaknya pemindahan pasien dari rumah sakit atau klinik yang telah kehabisan listrik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan terbatasnya jumlah staf medis dan suplai obat-obatan di rumah sakit tersebut.

 

Selamatkan Gaza

Rakyat Gaza bergerak, menyuarakan kekhawatiran mereka atas krisis listrik yang semakin memburuk. Dokter-dokter bersatu menyerukan “Selamatkan Gaza”. Awal pekan kedua Februari, seruan serupa juga datang dari puluhan pasien disabilitas di Gaza. Di depan gerbang RS Beit Hanoun yang kini telah tutup, puluhan penyandang disabilitas menyuarakan keresahannya tentang sulitnya mendapatkan perawatan medis akibat minimnya listrik.

“Ini seruan terakhir, Gaza benar-benar sekarat. Kami mengajak insan dunia, siapa saja, untuk membantu pasien-pasien di sini dari ancaman kematian,” ungkap seorang dokter di rumah sakit yang ada di Gaza.

Beberapa hari lalu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan ancaman pemberhentian operasional melanda 19 fasilitas medis di Gaza. Generator darurat di 16 klinik dan 3 rumah sakit tersebut telah kehabisan bahan bakar seiring ketatnya blokade Israel di Jalur Gaza. Pernyataan ini disampaikan dalam pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa (6/2).

Sebelumnya, tujuh rumah sakit di Gaza tidak lagi mendapatkan suplai listrik pada akhir Januari lalu. Peralatan medis yang hanya bisa berfungsi dengan daya listrik itu pun mati total. Tak banyak yang dapat dilakukan oleh pengelola rumah sakit selain memindahkan pasiennya ke rumah sakit lain yang masih beroperasi. Baik dokter dan staf medis juga turut diberhentikan masa kerjanya. Akibatnya, ketujuh rumah sakit tersebut resmi tutup awal Februari silam.

Mari bersama Ibnu Hisyam Foundation (IHF) & ACT, bersinergi memberikan solusi terbaik bagi saudara kita yang Tertimpa musibah di GAZA ( Palestina )

Salurkan zakat, infak dan sedekah terbaik sahabat melalui rekening an. Aksi Cepat Tanggap

#BNI Syariah : 8660291017120010

Untuk informasi, layanan jemput & konfirmasi zakat, infak dan sodaqohnya, dapat menghubungi kontak dibawah ini :

Call/WA : 082125776295 / 08568904506

Ibnu Hisyam Foundation Head Office :
Jl. H. Sinen C.1 No.52, Kel. Ragunan Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Email : info.ibnuhisyam@gmail.com

ACT Head office:
Menara 165 Lt. 11
Jl. T.B Simatupang Kav.1
Cilandak, Jakarta Selatan 12560

( Sumber : act.id )

All, Food

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Make a Donation
Paybal button
Become A volunteer