• Tidak ada yang menjadi miskin karena memberi!

Tepat 50 tahun lalu, Israel mengklaim telah menguasai Tepi Barat atau Yerusalem Timur sampai ke Gaza, Palestina. Selama 50 tahun itu pula para Syuhada Palestina mempertahankan tanah kelahirannya, walaupun nyawa menjadi taruhannya.

#LetsHelpPalestine

TENTANG PALESTINA

TENTANG

Sejak tahun 1917, bangsa Palestina telah berkali-kali berusaha disingkirkan dari wilayahnya. Peristiwa perang 6 hari pada tahun 1967 mengubah peta Palestina menjadi 2 bagian, Tepi Barat di utara dan Gaza di sisi selatan. Luas wilayah Palestina terus menyempit, sedikit demi sedikit di gerogoti oleh zionis Israel, sekarang luas wilayah Palestina hanya tersisa 5% saja
Di penghujung tahun 2017 ini, jutaan penduduk Palestine kembali berduka. Pasalnya, pernyataan kontroversial dari negara adidaya, mengenai status Yerusalem yang diakui sebagai Ibu Kota Israel mengoyak kembali luka lama yang belum sempat pulih.
Agustus pertengahan 2017 kemarin, sujud warga Palestina di tanah suci al-Quds Yerusalem dilarang. Masjid al-Aqsa yang menjadi bagian dari kompleks al-Quds di Yerusalem, ditutup total oleh serdadu Israel. Tak boleh ada ibadah salat jumat dan salah berjamaah, serta tak boleh ada adzan yang berkumandang di dalam kompleks suci al-Quds.

SEJARAH

1917 (Deklarasi Balfour)

Inggris mendeklarasikan bahwa “sebuah rumah nasional untuk orang-orang Israel” akan didirikan di Palestina dan hak-hak dalam pemerintahan dan hak beragama dari para Non Yahudi akan tetap dipertahankan

1949 (Al-Nakba)

Resolusi PBB 181 mengusulkan sebuah partisi di Palestina yang menciptakan dua negara bagian yang terpisah – Yahudi dan Arab – mengakibatkan lebih dari 170.000 orang Palestina dipecat dengan paksa dan 500 Desa hancur

1967 (Perang 6 hari)

Israel meluncurkan serangan militer yang direncanakan di Mesir, Yordania dan Suriah, merebut kendali atas Sinai, Gaza, Tepi Barat, Golan Tinggi dan Yerusalem – ini adalah awal pembangunan permukiman ilegal Israel di wilayah tersebut.

1987 (Intifada)

warga Palestina bangkit kembali untuk memerangi penyelesaian yang illegal dan perampasan wilayah di Gaza dan Bank Barat yang telah dilakukan oleh orang Israel. Aksi tanpa kekerasan ini awalnya hanya didasari oleh ketidaksetujuan para Warga Palestina yang kebanyakan dari mereka tidak bersenjata.

2007 (Pengepungan Gaza)

Israel memberlakukan blokade perbatasan dan laut di Gaza, memberlakukan pembatasan berat pada pergerakan barang dan manusia

2014 (Operation Protective Edge)

Para Israel menyerang Gaza setelah pemerintahan Palestina terbentuk- lebih dari 2.000 orang Palestina terbunuh ( yang mana kebanyakan warga sipil)

2017 (Penutupan Al-Aqsa)

Polisi Israel menutup Al Aqsa sehingga tidak bisa digunakan untuk sholat. Kejadian itu terjadi setelah Israel membunuh 3 warga Palestina dan juga melukai salah satu imam Masjid Al-Aqsa. Setelah itu terjadi pembatasan untuk masuk kedalam Masjid dengan menggunakan metal detector di pintu masuk Masjid.

2017 (Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel)

Pasca pernyataan kontroversial dari negara adidaya, menjadikan jutaan penduduk Palestina terluka. Hal ini menjadi pengoyak luka lama yang belum sempat pulih. Bentrokan terjadi disepanjang Kota Tua Yerusalem sampai Tepi Barat, Gaza. Akibatnya, 4 warga sipil Palestina harus meregang nyawa dan ratusan warga sipil mengalami luka-luka, diantaranya terjadi pada anak-anak yang tak berdosa.

AL – QUDS TANAH SUCI KITA

Pasca pernyataan kontroversial dari negara adidaya, menjadikan jutaan penduduk Palestina terluka. Warga Palestina berbondong-bondong memadati jalanan Kota Tua di Yerusalem dan Tepi Barat Gaza untuk menolak keras hal tersebut.

KAPAL KEMANUSIAAN UNTUK PALESTINA

Perang panjang puluhan dekade hingga saat ini, mengakibatkan beratnya hidup manusia-manusia terbaik Palestina. Hingga saat ini, kondisi ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan Palestina semakin memburuk.
Untuk mengurangi beban mereka, alhamdulillah berkat do’a dan donasi dari sahabat mulia, ACT telah mengimplementasikan beberapa program yang sesuai dengan kebutuhan saudara kita di Palestina.
Selain itu, insya Allah Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerjasama dengan Ibnu Hisyam Foundation tengah berikhtiar untuk mengajak segenap umat dan elemen bangsa Indonesia kembali bersatu dan mengumpulkan sekepal demi kepal beras hingga sekapal besar berjumlah 10.000 (sepuluh ribu) ton beras #FoodForPalestine.

#Lets Save Palestine

PROGRAM YANG SEDANG BERJALAN

Dapur Umum

Bantuan Medis

Water Tank

Humanity Card

Kafalah Murabithah

#LetsHelpPalestine

DONASI SEKARANG

Dengan atau tanpa kita, mereka akan terus berjuang. Mereka akan terus mempertahankan Tanah Palestina. Mereka akan terus bertahan, sampai di titik darah penghabisan. Inginkan berjuang bersama mereka?
Mari, bantu ringankan penderitaan saudara-saudara di Palestina dengan do’a tertulus dan bantuan terbaik kita. Salurkan donasi Anda sekarang juga:

DONASI TRANSFER LANGSUNG

NAMA BANK

BNI Syariah

NOMOR REKENING

8660291017120010

Atas Nama (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap

Mohon Konfirmasi setelah transfer (pilih salah satu)
Call / Whatsapp: 0821.2577.6295
SMS: 0856.890.4506
Email:Info.ibnuhisyam@gmail.com

DONASI ONLINE

Make a Donation
Paybal button
Become A volunteer